PERATURAN AKADEMIK

PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 2 PULOKULON

SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN)

TAHUN PELAJARAN 2016/2017

JL. Pahlawan 78 Jambon Telepon ( 0292 ) 7630006 Pulokulon Kabupaten Grobogan Kode Pos 58181

Email:
smpnegeri2pulokulon@gmail.com
, Blog: smpnegeri2pulokulon.wordpress.com

NSS : 201031506087 NPSN : 20313860

PERATURAN AKADEMIK

SMP NEGERI 2 PULOKULON

A. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN

  1. Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam tahun pelajaran.
  2. Satu Tahun Pelajaran dibagi menjadi dua semester.
  3. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran dalam satu
    tahun pelajaran sebanyak 34 minggu.
  4. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran setiap
    semesternya sebanyak 17 minggu.

B. PROSES PENILAIAN

  1. Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan melalui berbagai kegiatan ulangan dan tugas mandiri/kelompok.
  2. Tugas yang dibebankan guru kepada siswa dapat berupa :

a. Tugas Terstruktur.

b. Tugas Mandiri Tidak Terstruktur

  1. Siswa wajib menyelesaikan seluruh tugas yang dibebankan oleh guru.

C. KETENTUAN PENILAIAN

  1. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan mengacu pada standar kompetensi lulusan untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata
    pelajaran, yang mencakup sikap, pengetahuan dan ketrampilan.
  2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk
    meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.
  3. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.
  4. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajran agama dan akhlak mulia.
  5. Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warga negara yang baik sesuai dengan norma
    dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan
    dan kepribadian.
  6. Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara periodic melalui :

a. Ulangan Harian,

b. Ulangan Tengah Semester

c. Ulangan Akhir Semester,

d. Ulangan Kenaikan Kelas.

D. ULANGAN DAN UJIAN

  1. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau
    kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.
  2. Ulangan Harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi
    Dasar ( KD ) atau lebih.
  3. Ulangan Tengah Semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu
    kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indicator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
  4. Ulangan Akhir Semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan
    ulangan akhir semester meliputi seluruh indicator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
  5. Ulangan Kenaikan Kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir
    semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan system paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indicator yang merepresentasikan KD pada semester
    tersebut.
  6. Ujian Sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidika untuk memperoleh pengakuan atas
    prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
  7. Ujian Nasional
  8. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya.

E. PELAKSANAAN ULANGAN DAN UJIAN

  1. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan harian an Tugas Mandiri/Kelompok dilakukan sepenuhnya oleh pendidik.
  2. Penilaian hasil belajar yang dise;lenggarakan melalui ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh
    pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan.
  3. Ujian Sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan.
  4. Ujian Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah.

F. NILAI/LAPORAN PENILAIAN

  1. Nilai akhlak mulian dan kepribadian dihimpun oleh guru BP/BK dari guru Agama dan Kewarganegaraan.
  2. Nilai Pengembangan Diri dihimpun oleh guru BP/BK dari Pelatih/Instruktur/Pembimbing kegiatan pengembangan diri.
  3. Nilai harian diperoleh dari gabungan Hasil Ulangan Harian dengan Nilai Tugas dengan perbandingan 60% : 40%.
  4. Nilai Akhir setiap mata pelajaran diperoleh dari 30% Nilai Harian, 30% Nilai Ulangan Tengah Semester, dan 40% Nilai Ulangan Akhir Semester.
  5. Nilai Ujian Sekolah/Ujian Nasional.

G. REMIDIAL

  1. Peserta didik yang belum mencapai KKM pada ulangan harian dan Ujian Tengah Semester harus mengikuti pembelajaran remidi.
  2. Pembelajaran remedial diberikan setelah dilakukan analisis terhadap hasil ulangan harian ( untuk beberapa KD ) dan Ujian Tengah Semester ( untuk
    beberapa SK ).
  3. Pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara lain :
    1. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda melalui kegiatan tatap muka di luar jam efektif.
    2. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan.
    3. Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus.
    4. Pemanfaatan tutor sebaya.
  4. Tes Ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial.
  5. Nilai hasil remedial tidak melebihi nilai KKM.

H. KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN

  1. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau setiap akhir semester genap.
  2. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil,
    harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap.
  3. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas ke kelas VIII dan IX , apabila :

a. Tidak mencapai ketuntasan minimal pada mata pelajaran Agama dan

Kewarganegaraan.

b. Tidak memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhlak mulia

dan kepribadian.

c. Memiliki satu mata pelajaran dengan nilai kurang dari atau sama dengan 40.

  1. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas VIII, IX, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 ( tiga ) mata
    pelajaran.
  2. Kelulusan peserta didik ditetapkan oleh rapat dewan pendidik dengan kreteria :

a. Menyelesaikan selururh program pembelajaran.

b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata

pelajaran    kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata

pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika;

kelompok mata pelejaran jasmani, olah raga dan kesehatan.

1) Lulus Ujian Sekolah.

2) Lulus Ujian Nasional.

I. KETIDAKHADIRAN SISWA

Ketidakhadiran siswa dalam kegiatan proses pembelajaran dapat disebabkan karena :

  1. Sakit ( dibuktikan dengan surat keterangan dokter/bidan/mantra kesehatan dan atau pemberitahuan langsung dari orang tua/wali ke sekolah.
  2. Ijin ( didahului dengan permohonan ijin dari orang tua/wali )
  3. Ditugaskan oleh sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
  4. Sengaja tidak mengikuti kegiatan pembelajaran ( bolos ) dan atau tanpa keterangan yang sah.

J. SANKSI

  1. Persentase minimal kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 90 % dari kehadiran wajib.
  2. Persentase minimal kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 75 % dari kehadiran wajib
    jika ketidakhadirannya akibat ditugaskan sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan atau ektrakurikuler.
  3. Siswa yang tidak diikutsertakan proses penilaian akibat tidak memenuhi kehadiran minimal, dikembalikan kepada orang tua setelah ada
    pemberitahuan/peringatan kepada orang tua/wali terlebih dahulu.
  4. Siswa yang tidak mengikuti proses penilaian secara lengkap tidak diperkenankan mengikuti Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.

K. HAK DAN KEWAJIBAN SISWA

  1. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas belajar dalam rangka
    mencapai kompetensi dasar sesuai mata pelajaran, yang berupa :
  2. Alat dan bahan pratikum untuk mata pelajaran Biologi, Fisika.
  3. Media Pembelajaran.
  4. Alat/perabot praktik untuk mata pelajaran Seni Budaya dan Pendjasorkes.
  5. Komputer dan Internet untuk praktik mata pelajaran TIK.
  6. Alat praktik ( laboratorium bahasa ) untuk mata pelajaran bahasaInggris dan bahasa Indonesia.
  7. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas perpustakaan sekolah
    ; meminjam buku mata pelajaran, buku referansi dan pengetahuan umum di

perpustakaan sesuai prosedur.

  • Setiap peserta didik berkewajiban untuk meiliki minimal satu buah buku pelajaran dan buku referensi setiap mata pelajaran yang sesuai dengan Standar
    Isi Kurikulum.
  • Setiap peserta didik berkewajiban untuk memelihara setiap fasilitas belajar yang terdapat di perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium bahasa,
    laboratorium computer, multimedia, alat-alat olah raga dan kesehatan, alat-alat Seni Budaya, sarana dan prasarana lain di sekolah.

 

L. LAYANAN KONSULTASI SISWA

  1. Untuk membantu pencapaian kompetensi, setiap peserta didik diberi pelayanan akademis oleh guru mata pelajaran, wali kelas maupun konselor ( guru
    Bimbingan dan Konseling ).
  2. Setiap guru mata pelajaran wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya.
  3. Setiap wali kelas wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya.
  4. Setiap guru BK/konselor wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya.
  5. Layanan khusus diberikan kepada setiap peserta didik yang memiliki masalah khusus dalam mengikuti proses pembelajaran, seperti :

a. Kehadiran

b. Kepribadian

c. Akhlak

d. Ekonomi

e. Keamanan

  1. Layanan khusus diberikan secara berjenjang mulai dari guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK.
  2. Segala bentuk pelayanan ( akademik dan khusus ) dikoordinasikan dengan guru BK.
  3. Setiap peserta didik wajib melaksanakan satu jenis kegiatan pengembangan diri.
  4. Setiap peserta didik berhak mendapat pelayanan untuk melaksankan pengembangan diri.

M. MUTASI SISWA

  1. Mutasi siswa dapat berupa : Mutasi masuk, Mutasi keluar
  2. Penerimaan siswa pindah masuk dilakukan paling lambat minggu ketiga setiap awal tahun pelajaran.
  3. Siswa pindah masuk harus memenuhi persyaratan :

a. Berasal dari sekolah sejenis yang sederajat,

b. Berasal dari sekolah yang mimiliki KKM lebih besar atau sama dengan sekolah.

c. Berkelakuan baik dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah asal.

  1. Setiap siswa berhak pindah keluar harus memenuhi persyaratan :

a. Atas permintaan orang tua/wali dibuktikan dengan surat permohonan pindah

keluar oleh orang tua/wali.

b. Mengembalikan alat sekolah, buku pelajaran , buku perpustakaan yang dipinjamkan

atau pinjam oleh/dari sekolah.

c. Memenuhi hak dan kewajiban selama bersekolah di SMP Negeri 2 Pulokulon.

 

Pulokulon, 18 Juli 2016

Kepala SMP Negeri 2 Pulokulon

 

Pratomo, S.Pd, M.Pd

Pembina Tingkat I

NIP. 19700506 199702 1 001

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

TATA TERTIB

PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI  2  PULOKULON

SEKOLAH STANDAR NASIONAL (SSN)

Alamat : Jln. Pahlawan 78, Ds. Jambon, Kec Pulokulon Kab. Grobogan

 Kode Pos 58181 Telephone (0292) 7630006

Email: smpnegeri2pulokulon@gmail.com, Blog: smpnegeri2pulokulon.wordpress.com

                                      NSS : 201031506087                       NPSN : 20313860

SURAT KEPUTUSAN

KEPALA SMP NEGERI 2 PULOKULON

NOMOR : 421.3/     /2016

TENTANG

TATA TERTIB SMP NEGERI 2 PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN

KEPALA

SMP NEGERI 2 PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN

Menimbang :

Bahwa untuk dapat mencapai apa yang dicita-citakan oleh para siswa, para orang tua, para pendidik dan masyarakat antara lain :

  1. bahwa siswa adalah warga negara yang terdidik, sopan, berkepribadian luhur, loyal dan segala tingkah lakunya pantas dicontoh oleh anggota masyarakat lain;
  2. bahwa para siswa bercita-cita agar dirinya memperoleh asuhan yang baik, dan sebanyak-banyakna menerima ilmu guna bekal di hari depan;
  3. bahwa para orang tua bercita-cita agar putera dan puterinya benar-benar memiliki bekal hidup yang cukup dari sekolah dalam kedisiplinan, kecerdasan, kesusilaan, kesopanan, moral dan budi pekerti.
  4. bahwa para pendidik akan merasa puas dan berbesar hati jika dapat menunaikan tugas yang percayakan oleh negara, masyarakat dan orang tua.

Maka perlu adanya Peraturan Tata Tertib Sekolah, agar tercipta suasana yang terjamin akan jalannya proses pendidikan.

Memperhatikan :

  1. Hasil musyawarah Kepala Sekolah dengan rapat Dewan Guru tentang penyempurnaan Peraturan Tata Tertib Sekolah SMP Negeri  2  Pulokulon Kabupaten Grobogan  pada tanggal 2 Juli 2016;
  1. Hasil rapat Panitia Khusus Tata Tertib SMP Negeri 2  Pulokulon Kabupaten Grobogan tanggal 16 Juli  2016 dan yang telah dimusyawahkan serta disetujui oleh rapat Komite SMP Negeri  2  Pulokulon Kabupaten Grobogan.

Mengingat :

  1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 31 ayat 2, pasal32;
  2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  3. Permendikbud No. 45 tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik pada jenjan Pendidikan dasar dan menengah
  4. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 046/U/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan;
  5. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 201/C/Kep/0.86, tentang Pedoman dan Pembimbingan Kesiswaan;
  6. Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah No. 046/I03/H/81, tentang Tata Tertib Penyelenggaraan Pendidikan di sekolahPeraturan Daerah No. 2 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan
  7. Peraturan Bupati Grobogan Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendelegasian Sebagian Wewenang Penandatanganan Naskah Dinas di Bidang Kepegawaian di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Grobogan

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERATURAN TATA TERTIB SMP NEGERI 2 PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN

sebagai berikut

Bab I

ARTI DAN TUJUAN

Pasal 1

Mendidik para siswa kea rah pendidikan pribadi yang mandiri guna persiapan hidup dalam masyarakat, agar dapat menjadi orang yang berguna bagi Nusa, Bangsa dan Negara.

Pasal 2

Menanamkan kesadaran hidup berdisiplin, teratur dan bertanggung jawab.

Pasal 3

Menciptakan suasana ketenangan belajar di sekolah, sehingga memperlancar jalan siswa dalam mencapai tujuan.

Bab II

KEWAJIBAN UMUM

Pasal 4

Setiap siswa wajib dan tunduk kepada semua peraturan sekolah, rajin, berkemauan kuat, berkepribadian dan berdisiplin.

Pasal 5

Setiap siswa wajib untuk dapat menempatkan diri sebagai siswa terhadap guru-guru, karyawan-karyawan SMP Negeri  2  Pulokulon dan siapapun, dengan tidak meninggalkan norma-norma kesopanan, kesusilaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Pasal 6

Setiap siswa berlaku sopan santun dan ramah tamah terhadap siapapun dan dimanapun juga, sesuai dengan norma-norma yang berlaku, norma-norma agama, kesopanan, kesusilaan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, menjunjung tinggi falsafah Negara Pancasila.

Pasal 7

Setiap siswa wajib merasa, bahwa dirinya sebagai warga negara Republik Indonesia yang memiliki :

  1. rasa persatuan dan kesatuan, kejujuran dan kesetiaan;
  2. sifat suka menolong, sabar dan tenang dalam segala situasi.

Pasal 8

Setiap siswa wajib serta membantu terlaksananya ketertiban, kebersihan, kesopanan, ketenangan dan keamanan di sekolah, dan khususnya di kelas masing-masing demi lancarnya proses pembelajaran.

Bab III

KEWAJIBAN KHUSUS

Pasal 9

Semua siswa wajib mengikuti semua pelajaran pada jam-jam yang telah ditentukan oleh sekolah dari awal sampai akhir tanpa terlambat, tanpa absen, kecuali dalam hal terpaksa, dan wajib mengikuti semua kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Pasal 10

Setelah ada tanda masuk (bel atau lonceng), para siswa harus segera masuk kelasnya masing-masing.

Pasal 11

Selama pelajaran berlangsung, siswa dilarang ada di luar kelas, mondar-mandir atau mengganggu kelas lainnya.

Pasal 12

Pada waktu istirahat/tidak ada pelajaran, siswa dilarang meninggalkan sekolah tanpa ijin. Apabila karena sesuatu hal terpaksa harus meninggalkan sekolah sebelum waktunya, siswa harus minta ijin kepada guru yang mengajar, guru jaga piket, guru Bimbingan Konseling atau Kepala Sekolah.

Pasal 13

Apabila karena sesuatu hal tidak masuk sekolah, maka selambat-lambatnya pada saat pertama masuk sekolah kembali, siswa wajib membawa surat keterangan dari orang tua / wali tentang sebab-sebab tidak masuk sekolah, yang ditujukan kepada Kepala Sekolah / Guru Wali Kelas / Guru Bimbingan Konseling. Bila sakitnya lebih dari 2 (dua) hari harus disertai surat Keterangan Dokter.

Pasal 14

Siswa yang datang terlambat wajib lapor kepada guru Jaga Piket atau guru Bimbingan Konseling untuk memperoleh surat keterangan.

Pasal 15

Setiap siswa wajib mengikuti upacara bendera di sekolah, dan upacara bersama di luar sekolah, dan wajib menjaga agar pelaksanaan upacara bendera tersebut berlangsung dengan tertib, khidmat dan lancar.

Pasal 16

(1) Setiap siswa adalah anggota OSIS SMP Negeri  2  Pulokulon;

(2) Setiap siswa, sesuai dengan  minat  masing-masing mengikuti kegiatan  pengembangan

diri yang diselenggarakan oleh sekolah;

(3) Setiap siswa wajib mengikuti gerakan tabungan Pelajar dan Pramuka.

Pasal 17

(1)  Pengurus kelas wajib membantu guru/wali kelas dalam mencukupi segala sesuatu yang

diperlukan kelasnya demi kelancaran jalannya pembelajaran.

(2)  Pengurus kelas bertanggung jawab atas keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan

dan ketenangan dalam kelasnya.

Bab IV

P A K A I A N

Pasal 18

Setiap siswa wajib berpakaian sopan, pantas, harmonis, sesuai dengan kedudukannya sebagai siswa SMP, kemeja/blus harus dimasukkan ke dalam celana/rok, siswa puteri dianjurkan tidak memakai perhiasan mahal. Siswa putera dilarang mengenakan kalung dan tidak bergelang wanita atau yang beridentitaskan seorang wanita.

Pasal 19

Setiap siswa wajib memakai pakaian seragam sekolah dan badge SMP Negeri 2 Pulokulon pada saku kemeja/blus di bagian kiri dan lokasi sekolah yang dijahit pada lengan kanan kemeja/blus dengan jarak 2 cm dari jahitan bahu, serta tanda kelas yang dijahit pada lengan kiri kemeja/blus dengan jarak 2 cm dari jahitan bahu, yang dipakai setiap belajar di sekolah, kecuali hari Jum’at dan Sabtu, dan bukan hari besar nasional atau upacara-upacara tertentu, dengan ketentuan :

(1) Untuk tiap hari belajar di sekolah SENIN dan SELASA :

  1. Kemeja/blus berwarna putih polos lengan panjang, berbadge OSIS, berbadge merah putih, bertanda kelas, nama siswa, berlogo sekolah dan lokasi sekolah serta berdasi berwarna biru.
  2. Celana panjang/rok berwarna biru, bersepatu dan tali sepatu HITAM POLOS dengan kaos kaki putih pendek.
  3. Siswa putri yang berpakaian muslim dan memakai jilbab berwarna biru polos.

(2) Untuk tiap hari belajar di sekolah RABU dan KAMIS :

  1. Kemeja/blus berwarna batik, berbadge OSIS, berbadge merah putih, bertanda kelas, nama siswa, logo sekolah dan lokasi sekolah.
  2. Celana panjang/rok berwarna putih, bersepatu dan tali sepatu HITAM POLOS dengan kaos kaki putih pendek.
  3. Siswa putri yang berpakaian muslim dan memakai jilbab berwarna putih polos.

(3) Untuk hari JUMAT dan SABTU yang bukan hari besar nasional atau upacara-upacara

tertentu, siswa mengenakan :

  1. Kemeja/blus berwarna coklat susu (kojarsena), setangan leher ,tali setangan leher, berbadge yang beridentitaskan Pramuka (lambang pandu dunia, lambang Jawa Tengah, TKK, TKU, tanda pelantikan, tanda jabatan, tanda regu, nama siswa).
  2. Celana/rok berwarna coklat tua, bersepatu dan tali HITAM POLOS, berkaos kaki hitam pendek beridentitas/logo Tunas Kelapa/SMP Negeri 2 Pulokulon.
  3. Siswa putri yang berpakaian muslim dan memakai jilbab berwarna coklat tua polos.
  4. Tutup kepala dan tanda tutup kepala warna merah dipakai di setiap upacara Pramuka/kegiatan Pramuka/hari besar.

Pakaian seragam, warna dan rancangannya sesuai dengan Permendikbud No. 45 tahun 2014 dan Perda No. 2 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Pasal 20

Pakaian untuk Pendidikan Jasmani/Olah Raga ialah seragam olah raga yang ditentukan oleh sekolah, memakai badge SMP Negeri 2 Pulokulon.

Pasal 21

Waktu mengikuti pelajaran intrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler dan praktikum;

(1) Siswa tidak mengenakan badge/lencana lain kecuali badge SMP Negeri 2 Pulokulon;

(2) Siswa tidak berpeci atau bertutup kepala kain yang tidak sesuai dengan Keputusan

Direktur Pembinaan Kesiswaan Dirjen Dikdasmen Depdikbud No. 0642/CB/82, kecuali  kegiatan praktek pelajaran Agama.

Pasal 22

Siswa wajib memakai pakaian seragam sekolah dengan atribut lengkap, berdasi dan berpet (bertopi)  beridentitas SMP Negeri 2 Pulokulon setiap mengikuti kegiatan upacara di sekolah maupun di luar sekolah.

Pasal 23

Bersekolah atau datang ke sekolah pada jam kerja, setiap siswa harus berpakaian pantas, bersepatu dan berkaos kaki.

Bab V

LARANGAN-LARANGAN

Pasal 24

Membuat gaduh dalam kelas, hingga mengganggu jalannya pelajaran dan ketenteraman, baik di dalam kelasnya maupun kelas lain.

Pasal 25

Membuat corat-coret/tulisan-tulisan berupa apapun di lingkungan sekolah yang berdampak mengotori lingkungan sekolah.

Pasal 26

Mengumpat dan atau mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan (kotor).

Pasal 27

  • Menghapus, mengambil, merobek, mengubah pengumuman-pengumuman sekolah,
  • merusak barang-barang milik sekolah ( misalnya : meja, kursi, saklar,stop kontak) dan lain sebagainya yang mengakibatkan kerugian pihak sekolah atau pihak lain.
  • Apabila dengan sengaja atau tidak sengaja melakukan tindakan (1), dan (2) di atas wajib mengganti dengan yang baru.

Pasal 28

Mengotori ruangan, tembok, halaman sekolah dengan cara apapun.

Pasal 29

Membawa rokok atau merokok, meminum minuman keras/beralkohol, mengkonsumsi/membawa/ mengedarkan barang NARKOBA dan atau PSIKOTROPIKA.

Pasal 30

(1) Berjambang/bergodek, dan rambutnya terlalu panjang sampai menyentuh krah baju

serta tidak teratur rapi;

(2) Mengecat/memberi warna/tulisan pada rambut, pakaian/kaos seragam dan

bertato/rajah;

(3) Membawa handphone pada saat bersekolah;

(4) Membawa mainan, gambar/tulisan yang tidak bersusila dan senjata dalam bentuk

apapun yang bertujuan untuk membela diri;

(5) Bertengkar atau berkelahi.

Pasal 31

Membawa sepeda motor ke sekolah selama jam belajar.

Pasal 32

Naik sepeda atau menghidupkan mesin sepeda motor di halaman sekolah selama jam belajar dan kegiatan sekolah.

Bab VI

S A N K S I

Pasal 33

Terhadap setiap pelanggaran tata tertib dan peraturan sekolah dikenakan point dan akan diambil tindakan dengan :

(1) Peringatan secara lisan, langsung kepada siswa;

(2) Peringatan secara tertulis kepada siswa dengan tembusan kepada orang tua / wali siswa;

(3) Tidak boleh mengikuti pelajaran untuk sementara waktu;

(4) Diserahkan kembali kepada orang tua siswa atau wali siswa.

Pengambilan tindakan berdasarkan ringan-beratnya masalah pelanggaran serta akumulasi pengenaan point yang telah dilakukan oleh siswa.

Bab VII

P E N U T U P

Pasal 34

Hal-hal yang mengatur tentang akumulasi point pelanggaran peraturan Tata Tertib ini akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan tersendiri.

Pasal 35

Apabila diperlukan Kepala Sekolah masih dapat mengambil keputusan terhadap hal-hal yang belum tercantum dalam Peraturan Tata Tertib ini.

Pasal 36

Peraturan Tata Tertib ini berlaku sejak ditetapkan

Ditetapkan di : Pulokulon

Pada                :  16 Juli 2016

Kepala SMP Negeri 2 Pulokun

 

Pratomo, S.Pd, M.Pd

Pembina

NIP 19700605 199702 1 001

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

KISI – KISI UN 2012/2013

Kisi-Kisi Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2012/2013

          Ujian Nasional (UN) adalah salah satu bentuk penilaian pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh pemerintah dan diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Memasuki masa Ujian Nasional Tahun 2012/2013, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyiapkan Kisi-Kisi Ujian Nasional untuk jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan SMK Tahun Pelajaran 2012/2013, yang dituangkan dalam Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan No. 0019/P/BSNP/XI/2012.

Kisi-kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 ini disusun sebagai acuan dalam penyusunan soal Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013, dengan berdasar kepada Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang tercantum dalam Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi.

Dengan diluncurkannya Kisi-Kisi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 ini kiranya dapat dijadikan pegangan bagi sekolah, guru, peserta didik dan semua pihak yang terkait, agar dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, sehingga penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2012/2013 yang akan digelar nanti benar-benar dapat berjalan sukses, baik dalam pelaksanaan maupun hasil. Dalam pelaksanaan, kita berharap kiranya tidak terjadi lagi (paling tidak dapat meminimalisasikan) berbagai kecurangan yang selama ini sering diributkan orang. Sementara dalam hasil, kita berharap semoga putera-puteri didik kita dapat menunjukkan prestasi belajar terbaiknya.

Kisi-Kisi-SMP-SMASMK-PLB-tahun-2012-2013

Dipublikasi di KURIKULUM | Meninggalkan komentar

KALDIK 2012/2012 JATENG

KALDIK  2011/2012 DINAS PENDIDIKAN JATENG UNDUH KLIK DISINI

Dipublikasi di KURIKULUM | Meninggalkan komentar

SUKSES UJIAN NASIONAL 2012

LAT SOAL SOAL MENGHADAPI UJIAN NASIONAL 2012 untuk downlod filenya klik disini

Dipublikasi di BANK SOAL | Tag , | Meninggalkan komentar

KTSP 2012

KTSP SMP N 2 PULOKULON 2012 UNTUK DOWNLOD KLIK DISINI

Dipublikasi di KURIKULUM | Meninggalkan komentar

PROPIL SMP N 2 PLKLN

PROPIL SMP N 2 PULOKULON DOWNLOD KLIK DISINI

Dipublikasi di KURIKULUM | 1 Komentar